
suarasurabaya.net
Judul Buku : Aku Terlahir 500 gr dan Buta Penulis :
Miyuki Inone Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tebal : 183 halaman
Beratku hanya 500 gram waktu dilahirkan. Dokter yang bekerja di rumah sakit tempatku dilahirkan bercerita bahwa ibu tidak bisa mendengarkan penjelasannya karena matanya sudah dibanjiri air mata melihatku yang begitu kecil. Kelima jariku sebesar korek api. Kepalaku sebesar telur, pinggulku sebesar jari kelingking orang dewasa. Selama 7 bulan aku dibesarkan dalam inkubator di rumah sakit. Ibu setiap hari menengokku, tidak peduli apakah saat itu sedang turun hujan atau salju, bahkan ibu tidak membawa payung. Ibu selalu mengajak bicara dan membelai kepalaku. Jika ibu memberikan jarinya, aku segera meraih dan menggenggamnya (Miyuki) Sinopsis : Miyuki berhasil merekam kejadian yang dialami ibunya saat mengandung dirinya dan kenapa dia harus memiliki berat 500 gram saat terlahir ke dunia. Mungkin bagi remaja lain seusia sama dengan Miyuki (15 tahun), akan malu mengetahui dirinya lahir di luar nikah. Tapi Miyuki bercerita apa adanya meski tidak pernah mengenal bapaknya yang meninggal sebelum sempat menikahi ibunya. Padahal saat itu pula ibunya mengandung 6 bulan. Akibat shock mendengar kematian calon suaminya, Miyuki terpaksa lahir ke dunia. “Aku tetap terbaring tak berdaya antara hidup dan mati, dengan jantung dan organ-organ dalam tubuh yang belum sempurna. Beberapa kali aku juga hampir berhenti bernafas,”cerita Miyuki menggambarkan dirinya saat itu berusia 3 hari di inkubator. Cerita terus mengalir dengan indahnya ketika Miyuki memasuki sekolah TK. Keberanian ibunya mengalir dalam darahnya untuk mencoba segala hal dan merasakan aktivitas orang normal lainnya. Belajar sepeda, ya itulah pengalaman yang menantang bagi Miyuka kecil, yang buta tapi dipaksa ibunya belajar sepeda. Berkat usaha tanpa pernah menyerah, Miyuki akhirnya berhasil naik sepeda. Kesabaran dan keberanian si ibu mendampingi Miyuki menapak kehidupan, akhirnya berbuah prestasi dan Miyuki bisa menjalani kehidupan seperti orang normal lainnya. Miyumi malah punya cita-cita yakni jadi pekerja sosial dan ingin melihat ibunya mengalirkan air mata bahagia. Deskripsi : Dari membaca buku ini, kita bisa belajar tentang sebuah semangat untuk bertahan hidup. Jangankan bagi yang memiliki tubuh normal tanpa cacat, bagi Miyuki untuk bisa menjalani kehidupan selama 15 tahun, itu sesuatu yang luar biasa. Dan itu dijalani dengan penuh perjuangan untuk bisa mensejajarkan diri dengan orang-orang normal yang berada di sekelilingnya. Bahkan dalam dirinya, sudah ditanamkan kemauan tidak ingin tertinggal dengan siapa pun. Ini terbukti banyak prestasi yang ditunjukkan Miyuki selama duduk di bangku sekolah SMP hingga SMA. Perjuangan yang cukup berat dari Miyuki tidak lepas dari peranan ibunya. Buku cerita kehidupan Miyuki ini layak dibaca oleh siapa saja. Gaya bahasa yang disampaikan cukup mudah dimengerti meski sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Semoga buku ini makin membuka mata hati kita, bahwa siapapun bisa berprestasi tanpa dibatasi ketidaksempurnaan tubuh yang kita miliki. Dan itu sudah dibuktikan Miyuki. Cerita yang disampaikan Miyuki sangat menyentuh perasaan. Tidak mengherankan kalau buku ini menjadi best seller dan dicetak ulang hingga kali ke sepuluh.



